Makanan Unik Dan Ekstrim Di Berbagai Negara



Hai Guys, waktu baca artikel ini lagi sehat kan yah? Hehe. ISK selalu mendoakan agar viewer kami selalu sehat kok ^^ Amin…

Postingan kali ini, info – seputar kuliner akan membagikan info terkait makanan-makanan unik dan ekstrim dari berbagai Negara nih. Seberapa ekstrim sih makanannya? Kalo di Indonesia, apa ya yang menjadi makanan ekstrimnya? Penasaran? Yuk, langsung simak saja.

  1.      Sate Kalajengking Hitam (China)

Jika anda melakukan Travelling ke China, Camilan ekstrim ini dapat anda jumpai di kota Beijing dan Hangzhou. Anda akan menemukan banyak pedagang kaki lima yang menjajakan Kalajengking Hitam ini. Makanan ekstrim ini justru menjadi sorotan para turis untuk mencobanya. Menurut mereka, sate kalajengking ini memiliki rasa seperti udang serta memiliki tekstur semacam krupuk karena proses pemasakannya dengan digoreng dan dibumbui sehingga lebih renyah dan gurih.

  2.      Shirouo no Odorigui (Jepang)


Shiruo dalam bahasa Jepang berarti “Menari”, sedangkan di daerah Negara Jepang sendiri shiruo merupakan penyebutan untuk ikan-ikan kecil yang transparan. Shiruo yang sering dikonsumsi masyarakat jepang adalah jenis ikan Gobi Es. Lalu bagaimana cara mengkonsumsinya? Shiruo yang masih hidup diletakkan didalam piring kecil dengan sedikit air, lalu ditambahkan dengan telur mentah serta sedikit cuka didalamnya. Didalam piring tersebut, pergerakan ikan-ikan kecil transparan itu akan menjadi lebih cepat. Kemudian setelahnya, ikan tersebut dikonsumsi secara hidup-hidup. Banyak orang yang ingin merasakan sensasi sang ikan yang menari-nari didalam mulut ataupun perut mereka. Kedua hal tersebutlah yang menjadikan daya tarik tersendiri untuk mengkonsumsinya menurut orang Jepang. Namun, secara pribadi dalam membayangkannya saja tak tega untuk mengkonsumsinya.

  3.      Sannakji & Beondegi (Korea Selatan)
a.      Sannakji – Gurita Hidup

Sannakji merupakan makanan populer di korea. Hidangan ini berasal dari nakji atau yang berarti gurita, gurita ini nantinya akan disajikan dalam keadaan hidup. Gurita yang masih hidup tersebut dipotong menjadi beberapa bagian yang kecil yang mana tentakelnya masih bergerak dan masih mampu untuk menempel dan menghisap sesuatu. Makanan ini biasanya disajikan bersama dengan wijen, irisan daun bawang, dan juga saus. Masyarakat korea menganggap hidangan ini merupakan hidangan yang lezat, namun tak memungkiri juga membahayakan. Mengapa bisa seperti itu? Dikarenakan tentakelnya yang masih berfungsi, tak menutup kemungkinan mampu menghilangkan nyawa orang seperti kasus yang ada dikarenakan tentakel tersebut menempel pada dinding tenggorokan dan menghisap area disana sehingga menyebabkan aliran pernafasan menjadi tersumbat. Oleh karenanya, dalam menikmati sannakji hendaknya memerlukan trik khusus dan juga lebih baik dikunyah dan tidak langsung ditelan meskipun dalam mengunyahnya memerlukan waktu yang cukup lama.
b.      Beondegi – Pupa/ Kepompong

Beondegi merupakan salah satu street food yang ada di Korea Selatan. Sangat mudah bagi anda untuk menjumpai makanan ini, entah di pinggir jalan maupun di supermarket. Kebayang ga sih pupa/ kepompong dari ulat sutra ini dijadikan sebagai camilan yang sangat disukai dikorea? Mungkin anda bahkan berfikir bahwa hal tersebut sangat menjijikan. Namun jangan salah, beondegi yang merupakan pupa yang diolah melalui perebusan/ pengukusan terlebih dahulu ini memiliki kandungan protein yang tinggi. Sehingga makanan ini dulu dijadikan sebagai makanan pokok tentara korea dalam menggantikan fungsi protein yang mereka butuhkan pada jaman perang. Menurut mereka, rasa dari beondegi ini renyah diluar dan sangat juicy didalamnya. Penyajiannya dapat dihidangkan secara ori setelah direbus/ kukus, namun juga dapat ditambahi dengan gula/ kecap/ kecap asin untuk menambah cita rasa yang dimilikinya.

  4.      Tarantula (Kamboja)



Sudah tahu belum apa itu Tarantula? Tarantula itu merupakan salah satu jenis Laba-Laba Hitam Besar yang Beracun di Kamboja. Lantas jika beracun, mengapa dikonsumsi? Jangan salah, Tarantula yang dominan diolah dengan cara digoreng ini memiliki rasa yang sangat lezat. Renyah diluar dan lembut didalam, begitu menurut masyarakat Kamboja sehingga banyak yang mengatakan bahwa Tarantula ini memiliki rasa mirip seperti Kepiting. Tarantula juga memiliki dampak yang baik bagi kesehatan dikarenakan didalamnya terdapat beberapa kandungan gizi seperti lemak, protein, dan sodium. Tarantula ini dapat ditemukan di kota Skun, Provinsi Kampong Cham yang dijajakan oleh banyak pedagang disana.

  5.      Mok Huak(Thailand)

 
Mok Huak merupakan makanan ekstrim asal Thailand yang berasal dari kecebong. Kecebong yang sudah mulai terlihat kaki kataknya ini diolah dengan cara digoreng bersama dengan sambal agar mengurangi rasa jijik orang yang akan mengkonsumsinya. Masyarakat Thailand menganggap lezat hidangan ekstrim ini, sehingga hidangan ini sudah merupakan hal yang biasa dijumpai disana.

  6.      Escamoles - Caviar Serangga(Meksiko)

Escamoles merupakan salah satu makanan ektrim serta unik dari Meksiko berupa caviar serangga yang mana berasal dari pupa/ larva semut Raksasa Liometopum Meksiko. Escamoles ini biasanya dihidangkan pada taco atau tortilla dan memiliki harga yang cukup mahal untuk mengonsumsinya dikarenakan proses perolehannya sangat susah. Menurut masyarakat Meksiko, rasa escamoles ini mirip seperti mentega dengan sedikit rasa kacang didalamnya.

  7.      Chou Tofu/ Stinky Tofu (Taiwan)

Chou Tofu adalah makanan khas Taiwan yang menjadi salah satu camilan favorit. Banyak orang yang menyebut chou tofu dengan stinky tofu dikarenakan memiliki bau yang sangat menyengat (tahu busuk), namun memiliki rasa yang sangat lezat seperti Blue Cheese menurut sebagian orang. Semakin bau tahu fermentasi tersebut, maka semakin lezat rasanya menurut mereka. Tahu ini adalah hasil fermentasi yang mana si tahu direndam didalam air dan disimpan didalam guci yang kemudian didiamkan selama 6 bulan lamanya. Chou Tofu ini di masak dalam 2 jenis yakni dengan digoreng atau direbus. Penyajian dengan digoreng yakni ditemani bersama dengan acar kubis atau kimchi dari Taiwan, sedangkan jika direbus disajikan bersama dengan kaldu pedas dan kadang dicampur dengan darah bebek atau usus.

  8.      Witchetty Grub (Australia)

Witchetty grup merupakan salah satu makanan ekstrim suku aborigin berupa larva ngengat. Ya, seperti yang ada di Indonesia tepatnya di Papua yang mana disana juga mengkonsumsi larva. Menurut orang Australia, rasa Larva ngengat ini seperti Telur Goreng dengan sedikit rasa kacang didalamnya. Bagaimana cara mengkonsumsinya? Pertanyaan bagus. Witchetty grub ini dikonsumsi secara mentah/ langsung/ hidup-hidup sehingga memiliki tekstur yang lembut dan sedikit juicy. Namun terkadang juga di goreng terlebih dahulu sebelum dikonsumsi, sehingga nantinya memiliki tekstur kulit yang lebih krispi serta rasa yang lebih gurih daripada ayam goreng. Penasaran? Silahkan dicoba untuk kalian yang menyukai tantangan dalam berkuliner. Namun untuk kalian yang bahkan melihat bentuknya saja jijik, jangan coba-coba deh untuk mengkonsumsinya.

  9.      Casu Marzu (Italia)


Casu Marzu merupakan salah satu jenis keju tradisional yang sangat terkenal dan disukai yang ada di Sardinia, Italia. Pemasaran atau penjualan keju ini dilakukan pada pasar gelap dikarenakan terbilang illegal di Negaranya. Namun yang membuat keju ini memiliki ciri unik dan khusus ini ialah bahwa didalam keju ini terdapat banyak belatung hidup didalamnya. Mengapa bisa begitu? Mengapa keju ini menjadi makanan favorit di Italia?
Casu Marzu atau dapat disebut dengan keju busuk ini terbuat dari susu domba, yang kemudian dalam proses pembuatannya keju yang setengah jadi dijemur dibawah sinar matahari secara langsung tanpa pelindung apapun, sehingga secara alamiah lalat Piophila Casei datang kemudian bertelur di keju tersebut. Setelahnya telur-telur itu menetas yang kemudian menjadi belatung yang sangat banyak dan memakan sisi dalam keju tersebut. Keju ini menjadi favorit di Italia karena memiliki rasa yang tajam dan tekstur lunak saat dikonsumsi. Satu potong saja keju casu marzu, maka didalamnya terdapat ribuan belatung yang sedang hidup. Kalian pasti bertanya-tanya lalu bagaimana cara mengkonsumsinya? Apakah dalam mengkonsumsinya si belatung harus dihilangkan satu persatu dulu dari dalam keju lantas bisa dikonsumsi setelahnya? Jawabannya adalah tidak. Menurut masyarakat Italia, dalam mengkonsumsi keju casu marzu, belatung yang ada didalamnya harus dalam keadaan masih hidup. Jika belatung dalam keju casu marzu sudah mati justru menandakan bahwa keju ini dinyatakan benar-benar busuk dalam arti yang sebenarnya dan beracun atau sangat berbahaya jika dikonsumsi manusia.

  10.  Durian (Indonesia)

Kalian bertanya-tanya kan pasti? Loh, kok bisa durian sih? Itu kan makanan favoritku, kok bisa? Hah, maksudnya? Haha beberapa macam pertanyaan yang ada dibenak kalian langsung jawab deh. Masyarakat Asia Tenggara memang sudah lazim dan terbiasa dengan makanan satu ini, bahkan banyak yang menjadikan buah yang satu ini menjadi buah favorit kalian bukan? Namun, menurut kebanyakan masyarakat luar menganggap bahwa durian merupakan makanan yang menjijikkan. Mereka secara langsung tidak tahan menghirup aroma buah ini, sehingga ragu untuk mengkonsumsinya. Ya, begitulah kira-kira. Padahal enak kan ya? Eits, tapi jangan lupa untuk tidak mengkonsumsinya berlebihan terutama untuk kalian yang memiliki riwayat penyakit maag dikarenakan asam lambung kalian akan meningkat dengan drastis.

Itulah makanan ekstrim dari berbagai Negara yang saya share kali ini. Pengen coba? Boleh kok kalo kalian berani, baik untuk kesehatan, dan itu dibolehkan dalam agama kalian. Tetep simak postingan selanjutnya ya guys? Stay tune di blog info-seputar kuliner…. Salam Kuliner!

Comments